Akibat Sanitasi Buruk hingga Kurangnya Makanan Bergizi

Pemkab Mojokerto melakukan audit kasus stunting sebagai bagian dari komitmen untuk mengatasi permasalahan gizi buruk. Langkah ini sekaligus untuk memahami lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi kasus stunting. Termasuk mencari solusi yang efektif.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, audit kasus stunting ditargetkan dilakukan dua kali dalam setahun. Pada semester satu ini sudah digulirkan pada 5 Juni lalu. Tim audit ini terdiri dari tenaga kesehatan, ahli gizi, dan perwakilan dari dinas terkait. ’’Mereka melakukan analisis mendalam terhadap data stunting,’’ ungkapnya, kemarin (10/7).


Hasilnya, lanjut Ikfina, kasus stunting di bumi Majapahit menunjukkan bahwa faktor utama tak lain kurangnya akses terhadap makanan bergizi, sanitasi buruk, dan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pola asuh yang benar. ’’Berdasarkan temuan ini, kita bisa melakukan beberapa langkah intervensi. Salah satunya yang kita gencarkan peningkatan akses gizi dengan menggalakkan program bantuan makanan bergizi,’’ tegasnya.


Perbaikan sanitasi dengan meningkatkan akses terhadap sanitasi yang layak melalui program pembangunan jamban dan penyediaan air bersih juga menjadi prioritas. Hal itu, selaras dengan perluasan proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) yang menyasar tujuh desa di tahun ini. ’’Targetnya, tahun ini menjangkau sebanyak 1.921 saluran rumah,’’ urai Ikfina. ’’Tak kalah penting, edukasi masyarakat dengan melakukan kampanye tentang pola asuh anak yang benar, pentingnya gizi seimbang, dan perilaku hidup bersih dan sehat,’’ imbuhnya.


Untuk memastikan hasil audit kasus stunting dapat diimplementasikan dengan baik, pemda kini gencar melakukan diseminasi sebanyak dua kali dalam setahun, dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Dari tim percepatan penurunan stunting (TPPS) kabupaten hingga desa. Diseminasi ini tak lain untuk menyebarluaskan temuan. Yakni, menginformasikan hasil audit kasus kepada pihak terkait untuk mendapatkan dukungan dan kolaborasi.


Kemudian meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Pemkab juga mendorong kolaborasi antara pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. ’’Kami berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayah kami. Melalui audit kasus stunting ini, kami berharap dapat menemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan untuk anak-anak kita,’’ tandasnya.
Sebab, pada dasarnya, lanjut Ikfina, tujuan audit kasus stunting tersebut tak lain untuk mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran. Serta mengetahui penyebab risiko. Sekaligus upaya pencegahan dan perbaikan tata laksana kasus serupa. Lalu, menganalisis faktor risiko pada balita stunting sebagai langkah pencegahan, penanganan kasus dan perbaikan tata laksana serupa. ’’Hasilnya, untuk memberikan rekomendasi penanganan kasus dan perbaikan intervensi pada kasus stunting,’’ tandasnya. (ori/ris)

PENYEBAB DAN LANGKAH PENANGANAN

– Kurangnya akses terhadap makanan bergizi.
– Masih ditemukan sanitasi warga yang buruk.
– Rendahnya pengetahuan tentang pola asuh.
– Menggalakkan program bantuan makanan bergizi.
– Perbaikan sanitasi melalui pembangunan jamban.
– Penyediaan air bersih dengan proyek SPAM.
– Bangun kesadaran pentingnya pencegahan stunting.