10 Penyebab Pencemaran Tanah dan Dampaknya Bagi Kehidupan, Ini Cara Mencegahnya

Penyebab pencemaran tanah bisa dari beberapa faktor, mulai dari bencana alam maupun ulah manusia. Untuk itu, sebisa mungkin harus bisa menjaga dan merawat tanah agar tidak rusak.

Tanah merupakan sumber daya alam yang paling penting bahkan sebelum air. Tanpa adanya tanah, makhluk hidup tidak akan bisa bertahan hidup lama. Tak heran bila kemudian tanah memiliki banyak peran penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup yang ada di daratan khususnya. 

Namun, dengan Kondisi tanah yang sudah tercemar akan membawa dampak buruk bukan saja kerusakan ekosistem tapi juga mengancam kesehatan makhluk hidup termasuk manusia. Maka sebisa mungkin kita untuk tidak mencemari tanah, untuk itu perlu mengetahui penyebab pencemaran tanah terlebih dahulu.

Berikut ini ulasan mengenai penyebab pencemaran tanah, dampaknya bagi kehidupan sehari-hari, solusi, hingga cara mencegahnya.

Secara harfiah istilah pencemaran tanah terdiri dari dua suku kata, yaitu pencemaran dan tanah. Pengertian kedua kata tersebut tentu berbeda satu sama lainnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pencemaran adalah proses, cara, perbuatan mencemari atau mencemarkan. Sedang, tanah adalah permukaan bumi atau lapisan bumi teratas.

Apabila digabungkan, secara garis besar pencemaran tanah adalah sebuah kondisi di mana berbagai unsur yang bersifat merusak atau beracun tercampur di dalam kandungan tanah. Unsur yang beracun dan merusak ini bisa berupa bahan-bahan kimia atau zat berbahaya lain, yang dapat mengancam kesuburan tanah, kesehatan manusia dan ekosistem sekitarnya.

Istilah pencemaran tanah sendiri biasa dipakai untuk menggambarkan sebuah kontaminasi yang diakibatkan oleh kelalaian manusia. Berbeda dengan istilah polusi tanah, istilah ini biasanya mengacu pada kontaminasi kandungan tanah yang diakibat oleh hal-hal bersifat alamiah. Kondisi ini juga dianggap tidak terlalu berisiko, apalagi jika dibandingkan dengan kontaminasi yang diakibatkan oleh ulah manusia.

Penyebab Pencemaran Tanah

Penting untuk mengetahui penyebab pencemaran tanah. Hal ini dimaksudkan, agar Anda lebih berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan. Selain itu, dengan mengetahui penyebab pencemaran tanah, kita juga bisa mencegah terjadinya pencemaran yang lebih parah pada tanah tersebut. Secara umum, penyebab pencemaran tanah dapat dikelompokkan ke dalam dua sumber, yakni pencemaran alami dan pencemaran antropogenik (ulah manusia).

Proses alami sendiri bisa memicu akumulasi bahan kimia beracun di dalam tanah.  Proses pencemaran alami pada tanah sebenarnya merupakan kasus kerusakan tanah yang cukup langka di dunia. Pencemaran tanah alami ini umumnya ditemui di daerah-daerah yang panas dan gersang, seperti yang terjadi di Gurun Atacama, Cile. Sedangkan, pencemaran antropogenik dapat dikatakan sebagai sumber terbesar terjadinya pencemaran tanah di dunia. Di bawah ini adalah beberapa penyebab pencemaran tanah yang perlu Anda ketahui, diantaranya:

1. Kelalaian Aktivitas Industri

Penyebab pencemaran tanah yang pertama adalah karena kelalaian aktivitas industri. Kelalaian dalam aktivitas industri ini bisa disengaja dan juga tidak. Layaknya kebocoran limbah atau kebocoran bahan kimia industri yang bisa terjadi tanpa unsur kesengajaan. Kendati demikian, hal tersebut juga termasuk ke dalam kelalaian yang dilakukan oleh manusia. Sebab, baik limbah padat atau cair merupakan salah satu komponen utama penyebab pencemaran tanah.

2. Penggunaan Pestisida Berlebih

Selain berdampak buruk bagi kesehatan manusia, ternyata penggunaan pestisida berlebih juga dapat berdampak buruk bagi kelestarian tanah. Pasalnya, penggunaan pestisida berlebih dapat membuat tanah menjadi lebih kering dan mengakibatkan lahan menjadi kurang subur.

3. Industrialisasi

Penyebab pencemaran tanah yang selanjutnya adalah insustrialisasi. Industrialisasi menjadi salah satu kontributor utama masalah polusi. Untuk memenuhi permintaan populasi yang terus bertambah, semakin banyak industri dikembangkan. Peningkatan populasi berakibat pada peningkatan permintaan makanan, tempat tinggal, rumah dan produksi barang lebih banyak. Akibatnya, tercipta lebih banyak limbah. Revolusi Industri mungkin menghasilkan perubahan positif yang signifikan terhadap ekonomi dan masyarakat, tetapi juga menyebabkan polusi tanah yang signifikan. Melalui praktik pembuangan limbah yang tidak efisien, penggunaan bahan kimia yang tidak aman dalam manufaktur, regulasi yang buruk dan banyaknya industri dan pabrik yang mencemari tanah setiap hari.

4. Kegiatan Penambangan

Penyebab pencemaran tanah yang selanjutnya adalah kegiatan penambangan. Selama kegiatan ekstraksi dan penambangan, dibuat ruang bawah tanah di bawah permukaan bumi. Penambangan menciptakan ruang terbuka besar di bawah permukaan bumi seperti gua besar. Adanya gua atau rongga tersebut membahayakan keutuhan tanah. Secara alami tanah akan runtuh untuk mengisi ruang yang ditinggalkan setelah aktivitas penambangan atau ekstraksi. Penambangan juga menghasilkan bahan kimia berbahaya seperti uranium yang dapat terganggu lalu terlepas ke lingkungan.

5. Tumpahnya Minyak dalam Jumlah Besar ke Tanah

Penyebab pencemaran tanah yang selanjutnya adalah tumpahnya minyak dalam jumlah besar ke tanah. Kejadian ini mungkin jarang sekali kita temui, namun tumpahnya berliter-liter minyak ke atas permukaan lahan adalah salah satu contoh pencemaran tanah. Ketika minyak tumpah tentu minyak tersebut akan langsung menyebar ke dalam permukaan tanah, sehingga membuat tanah menjadi tercemar dan kering.

Penyebab Pencemaran Tanah Lainnya

6. Kebiasaan Menimbun Sampah

Bagi yang suka menimbun sampah, Anda harus menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Selain tidak baik bagi kesehatan lingkungan, menimbun sampah juga berakibat buruk pada kesuburan tanah. Apalagi jika sampah tersebut sampai mengeluarkan air limbah. Air ini nantinya akan meresap ke dalam permukaan lahan sehingga membuat tanah tersebut tercemar dan kehilangan kesuburannya.

7. Penebangan Hutan dan Pohon

Penyebab pencemaran tanah yang selanjutnya adalah penebangan hutan. Hutan dan pohon akan berfungsi sebagai penyaring dan penetralisir dari kondisi tanah yang asam. Apabila penebangan dilakukan secara terus menerus tanpa adanya penanaman atau pembukaan ruang hijau yang baru maka akan berakibat fatal terhadap kondisi tanah di lingkungan tersebut. Tanah yang asam akan membunuh berbagai mikro organisme baik dan membuatnya menjadi tidak layak untuk ditanami sama sekali.

8. Kontaminasi dari Bahan-Bahan Berbahaya

Secara tidak sadar, sebenarnya di sekitar kita banyak sekali bahan-bahan yang dapat merusak kelestarian tanah, seperti merkuri, seng, nikel, arsenik, tembaga dan lain-lain. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam menggunakannya dan letakan bahan-bahan tersebut jauh dari permukaan tanah secara langsung.

9. Kebakaran Hutan

Selain limbah yang disebabkan oleh aktivitas manusia, kebakaran hutan juga merupakan salah satu penyebab pencemaran tanah. Hutan yang telah terbakar biasanya akan sulit untuk ditanami kembali. Hal ini dikarenakan kandungan zat-zat penting yang ada di dalam tanah telah mati dan rusak oleh api.

10. Bencana Alam

Penyebab pencemaran tanah ternyata juga bisa dipengaruhi faktor alam, seperti bencana alam. Misalnya saja saat banjir, lapisan unsur hara tanah akan menghilang terbawa arus air sehingga membuat tanah menjadi tercemar.

Begitu juga saat gunung berapi meletus, tanah akan tertutup oleh abu vulkanik, pasir, dan material lainnya yang membuat tanah menjadi kering. Namun, saat kembali ke keadaan normal, tanah yang tertutup tersebut akan menjadi subur kembali seiring berjalannya waktu.

Dampak Pencemaran Tanah Bagi Kehidupan Sehari-hari

Ada beberapa dampak dan akibat pencemaran tanah yang perlu diketahui, di antaranya:

1. Mengurangi Kesuburan Tanah

Dampak pencemaran tanah pertama ini sudah tidak mungkin kita tepis lagi. Ketika tanah sudah terkontaminasi zat beracun, tentu kualitas kesuburan tanah tersebut akan sangat menurun. Tidak hanya menurun, ketika sebidang tanah perladangan terkontaminasi zat beracun, maka berpotensi tumbuhan yang ada di atasnya akan mati, dan tanah menjadi tidak produktif lagi.

2. Berpengaruh pada Kualitas Air dan Udara

Segala komponen yang terdapat di bumi ini sudah sewajarnya saling berhubungan. Oleh sebab itu, ketika kualitas tanah buruk, maka akan berpengaruh pada kualitas air dan udara di sekitarnya. Contohnya saja seperti air tanah, yang notabenenya sering kita gunakan untuk mandi, mencuci, hingga memasak. Ketika tanah terkontaminasi, maka air yang ada di dalamnya pun ikut tercemar.

3.  Rusaknya Keseimbangan Ekosistem

Bayangkan jika dataran tempat Anda berpijak saat ini ternyata mengalami pencemaran tanah. Tentu bumi ini akan semakin rusak dan keseimbangan ekosistem yang ada di dalamnya menjadi terganggu. Jika ekosistem alam terganggu, maka yang terjadi selanjutnya adalah bencana alam.  Itu sebabnya, kita harus benar-benar menjaga dan berkomitmen untuk mencegah terjadinya pencemaran tanah.

4. Mengakibatkan Kematian

Dampak pencemaran tanah bisa sampai mengakibatkan kematian apabila kita sebagai manusia terus bersikap acuh-tak acuh terhadap kelestarian alam. Hal ini mungkin tidak berlangsung seketika, namun mengalami beberapa proses mulai dari kerusakan tanah hingga akhirnya dapat mengakibatkan kematian, terutama bagi tumbuhan dan hewan.

Solusi Pencemaran Tanah

Setelah mengetahui penyebab pencemaran tanah dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari. Saatnya kita mengetahui bagaimana cara menanggulangi pencemaran tanah. Berikut ini ada beberapa hal bisa dilakukan, seperti:

1.  Melakukan Aktivitas 3R

3R adalah singkatan dari Reduce, Reuse, dan Recycle, atau dalam Bahasa Indonesia, berarti mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur-ulang sampah yang sekiranya dapat diolah. Kebiasaan ini dapat sangat membantu dalam menanggulangi pencemaran tanah. Sebab, ketika produksi sampahmu berkurang, maka kamu secara otomatis telah mengurangi produksi limbah di bumi.

2.  Melakukan Reboisasi

Reboisasi atau melakukan penanaman pohon kembali merupakan cara ampuh dalam mengurangi dampak pencemaran tanah. Sebab, dengan melakukan reboisasi, tanah tersebut akan jadi lebih subur. Selain itu, lingkungan sekitar pun menjadi lebih asri, sehingga secara otomatis kualitas udara juga lebih bersih dan lebih sehat untuk dihirup.

3.  Melakukan Remediasi

Istilah remediasi mungkin tak setenar reboisasi, namun cara yang satu ini juga dinilai ampuh dalam memulihkan kesuburan tanah yang telah tercemar. Remediasi sendiri adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang terkontaminasi atau tercemar.  

Terdapat dua jenis remediasi tanah, yakni in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Jenis remediasi in-situ artinya melakukan pembersihan secara langsung di lokasi tanah yang tercemar. Sedangkan, ex-situ berarti menggali tanah yang tercemar, kemudian membawanya ke daerah yang aman.

4.  Melakukan Bioremediasi

Selaras dengan remediasi, bioremediasi juga dimaksudkan untuk membersihkan tanah dari unsur yang menjadi penyebab pencemaran tanah. Bedanya, bioremediasi lebih kepada pemanfaatan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri dalam membersihkan bidang tanah yang tercemar. Mikroorganisme berupa jamur dan bakteri nantinya akan memecah atau mendegradasi zat yang telah mencemari tanah, sehingga tanah menjadi lebih subur dan tidak beracun lagi.

Cara Mencegah Pencemaran Tanah

Anda bisa berkontribusi sendiri melalui rumah Anda untuk mencegah terjadinya polusi pada tanah. Mulailah terlebih dahulu dengan memisahkan sampah yang organik dengan yang anorganik. Dengan memisahkan antara sampah yang bisa diolah dan tidak akan membantu petugas tempat pembuangan akhir untuk menentukan sampah apa yang seharusnya di daur ulang ataupun bisa hancur dengan mudah.Sampah yang tidak bisa diolah sebaiknya Anda potong-potong menjadi bagian kecil agar petugas bisa lebih mudah untuk memilahnya.

Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan tidak membuang deterjen secara sembarangan ke dalam tanah. Deterjen memiliki sifat yang panas dan beracun yang tentunya bisa merusak struktur tanah apabila dibuang secara sembarangan.

 

Sumber : https://hot.liputan6.com/read